Rabu, 09 Mei 2012

Berkelit Dari Sembelit


Pernah merasakan dililit sembelit? Aduh, sebalnya. Seluruh rongga perut rasanya kacau, tak karu-karuan. Kembung, mual, dan 1001 ketidaknyamanan lainnya. Namun, jangan khawatir, di sekitar kita ada kok bahan yang mampu meringankan gangguan itu.

Apa sebenarnya sembelit? Sembelit atau konstipasi merupakan keadaan tertahannya feses (tinja) dalam usus besar pada waktu cukup lama karena kesulitan pengeluarannya. Hal itu terjadi karena lemahnya atau tidak adanya gerakan peristaltic pada usus besar. Akibatnya, timbul perasaan tidak enak dan buang air besar yang tidak teratur.

Pengeluaran feses merupakan akhir proses pencernaan. Sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna lagi oleh saluran pencernaan, masuk ke
dalam usus besar (kolon) sebagai massa yang tidak mampat serta basah. Di sini kelebihan air dalam sisa-sisa makanan tersebut diserap oleh tubuh. Kemudian massa itu bergerak ke rectum (dubur), yang dalam keadaan normal mendorong terjadinya gerakan peristaltic usus besar.

Secara normal pengeluaran kotoran terjadi sekali atau dua kali tiap 24 jam. Begitu pun hal itu amat bervariasi untuk tiap-tiap orang. Ada orang yang lebih sering buang hajatnya ketimbang orang lain. Bahkan, ada juga orang yang sampai beberapa hari baru buang air besar tanpa menderita gangguan kesehatan. Jadwal tetap untuk buang air besar ini memang belum jelas.

Dalam proses ini tampak peran olahraga. Olahraga ringan yang teratur akan menyebabkan feses memiliki wujud yang baik, sehingga mudah keluar. Sebaliknya, jika feses itu tinggal terlalu lama dalam usus besar akan menjadi keras dan kering.

Serba Tidak Teratur
Sembelit biasanya terjadi karena kebiasaan hidup yang salah. Kebiasaan salah itu misalnya makan sekadarnya, terburu-buru, dan tidak teratur waktunya. Tidak cukup minum juga dapat menjadi penyebab. Pasalnya, manusia normal perlu minum enam sampai delapan gelas air setiap hari.

Faktor penyebab lainnya, kebiasaan tidak buang air besar secara teratur pada saat yang sama, tidak berolahraga secara teratur – yang ringan sekalipun serta seringnya menggunakan obat perncahar jika mendapat gangguan buang air besar.

Biasanya orang cenderung mengabaikan sinyal tubu berupa sembelit yang semula masih bersifat ringan. Sampai akhirnya, kelompok tersebut menganggap sembelit merupakan bagian dari kebiasaan diri mereka. Nah, apabila pola yang demikian itu sudah melekat, maka sifat mengabaikan sesuatu ini akhirnya menyebabkan kurangnya kepekaan terhadap gangguan kesehatan yang dialami.

Tak jarang, sembelit tersebut berkembang menjadi gangguan kesehatan kronis. Celakanya, pada saat itu penderita sudah tidak lagi melihat bahwa penyebab utama yang sebenarnya adalah kebiasaan hidup yang salah.

Ubah Kebiasaan Hidup
Jika seseorang menderita sembelit, tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat semua kebiasaan hidupnya. Kemudian berdasarkan catatan itu dilakukan penilaian seperlunya, misalnya kebiasaan apa saja yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup normal.

Selanjutnya penderita harus mampu bersikap tegas, yakni mengubah kebiasaan-kebiasaan hidup yang tidak sesuai tersebut. Misalnya makan teratur pada saat yang sama setiap hari dengan jumlah yang juga harus cukup.

Pada saat perawatan, penderita sebaiknya mengkonsumsi makanan halus dan lembek. Bahan-bahan makanan yang kasar dan keras sepatutnya dihindari, sebagaimana pula makanan yang merangsang usus, misalnya makanan pedas.

Selain itu perbanyak memakan buah-buahan dan sayuran, karena kandungan seratnya turut memperlancar buang air besar. Minum sari buah pun baik dilakukan. Tak kalah penting, penderita perlu minum yang cukup, agar tinja tidak terlalu kering dan keras.

Sementara itu penderita perlu berlatih buang air besar secara teratur setiap hari pada jam-jam yang sama. Sebenarnya, saat yang baik untuk melakukan buang air besar yang teratur adalah sekitar 15 – 45 menit setelah makan pagi. Selama proses buang air besar itu sebaiknya disediakan waktu menunggu keluarnya feses sekitar 10 – 15 menit. Jadi, jika memang belum waktunya keluar, jangan dipaksa dengan mengejan.

Keteraturan lain yang perlu adalah melakukan olahraga ringan untuk menormalkan proses buang air besar. Penderita juga perlu menghindari ketegangan saraf, karena usahakan untuk dapat tidur sekurang-kurangnya delapan jam sehari semalam.

Tindakan yang dapat membantu antara lain mengompres perut dengan air hangat karena kehangatan akan merangsang peristaltic. Cara itu tentu lebih baik ketimbang kebiasaan menggunakan obat pencahar.

Begitupun, apabila ada penderita yang dalam perawatan biasa menggunakan obat pencahar, mungkin dapat dipergunakan bahan pelunak tinja, misalnya parafin cair atau minyak zaitun. Takarannya, satu sendok makan untuk orang dewasa atau setengah sendok makan untuk anak-anak.

Namun sebenarnya, untuk perawatan pun dapat dipergunakan pencahar alami.

Asam, Pencahar Dari Alam

Pencahar alami pilihan pertama adalah buah asam (Tamarindus indica L.). Cara menggunakannya, setengah sendok makan daging buah asam diseduh dengan segelas air mendidih (300cc) dan satu sendok makan gula pasir. Aduk rata campuran tersebut, diamkan. Setelah dingin dapat diminum sedikit-sedikit sampai habis.

Sebagai pencahar, bagian yang digunakan daging buah dari buah yang sudah masak, tentu saja biji dipisahkan. Kandungan zat di dalamnya antara lain asam-asam malonat, tartrat, sitrat, dan asam malat yang menyejukkan.

Kandungan lainnya, garam kalium bitartrat – yang bersifat sebagai pencahar ringan -, pectin, serta sakarose (gula invert) yang merupakan zat pemanis. Ada juga oligosakarida sebagai serat yang berkhasiat memperlancar buang air besar.

Jadi, daging buah asam selain bersifat pencahar ringan, juga dapat memperlancar buang air besar, sehingga meringankan penderita dari sembelit.

Agar-Agar Biar Lancar 
Bahan berikutnya sebenarnya sudah sangat kita kenal, yakni agar-agar. Agar-agar dikandung oleh ganggang laut yang disebut Gelidium cartilagenium L, seta ganggang merah sekerabat.

Agar-agar halus dalam kemasan seperti yang banyak dijual di toko-toko merupakan ekstrak dari ganggang laut tersebut. Zat tersebut sebenarnya karbohidrat, tetapi bukan pati dan sukar dicerna oleh saluran pencernaan. Oleh karenanya termasuk bahan yang disebut serat.

Istilah serat seyogyanya diganti dengan istilah lain, karena untuk orang awam zat itu dibayangkan seperti serabut, padahal tidak demikian. Mungkin bahan ini lebih tepat disebut zat pengembang (bulking agent), bila didasarkan pada sifatnya yang dapat menyerap air dan mengembang jika bersentuhan dengan air.

Sekantung agar-agar yang dijual di toko-toko biasanya berisi 7 gram serbuk agar-agar. Sekantung serbuk agar-agar tersebut direbus sampai mendidih, lalu dituangkan ke dalam cetakan. Tunggu sampai dingin. Setelah dingin, agar-agar siap dimakan sampai habis.

Alam yang demikian kaya ternyata menyimpan bahan yang berpotensi untuk mengatasi gangguan dalam tubuh kita. Sembelit, misalnya, dapat diatasi dengan buah asam dan sejenis ganggang.

Bagaimanapun, yang paling penting adalah penderita harus dapat mengubah kebiasaan hidupnya yang dapat menimbulkan sembelit. Jika saja kita dapat mengelola tubuh kita dengan baik, sembelit pun pasti tidak akan datang menghampiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar